Perabadan masyarakat mendatang, khususnya di Pulau Madura, akan bergantung pada kualitas generasi milenial yang sangat akrab dengan teknologi informasi yang hidup di era tampa batas (borderless age). Madura sebagai komunitas sosial masyarakat memiliki social capital dan natural resources yang menjadi tumpuan masa depan bangsa.
Modal sosial tersebut antara lain adat istiadat yang kental dengan etika dan kesopanan, nilai-nilai agama dan kemanusiaan, dan kesenian baik yang berhubungan dengan budaya maupun keberagamaan. Kekayaan alam berupa ekosistem laut, pertanian, minyak bumi, dan gas dan kekayaan alam lainnya juga potensial untuk dikelola.

Modal sosial dan kekayaan alam ini merupakan aset terbesar yang harus dikelola untuk meningkatkan martabat masyarakat Madura. Selama ini, tidak jarang terjadi diskriminasi dan stigmatisasi miring tentang citra orang Madura sebagai efek dari ekspresi ide dan aktivitas mereka yang cenderung inferior di mata orang luar Madura.
Umumnya, warga pulau garam ini dipersepsikan negatif oleh orang-orang yang melihatnya dari jarak jauh dan belum pernah tinggal bersama di bumi Madura. Mereka menyimpulkan sesuatu dari hal yang tampak di permukaan. Mereka umumnya menilai dari kejauhan dan belum berkunjung ke wilayah Sumenep, misalnya.
