Innalillahi Wainnailaihi Rajiun, KH Abdul Basith Annuqayah Wafat

Kamis (13/8/2026) malam ini, atau malam Jumat bertepatan dengan masuknya bulan maulidurrasul, salah satu masyaikh sepuh yang dimiliki Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep, wafat. Beliau adalah KH Abdul Basith bin Abdullah Sajjad.

Kiai Abdul Basith adalah putra ketiga dari Kiai Abdullah Sajjad dengan istri keduanya, Nyai Aminah binti Kiai Abu Ahmad. Kiai Basith merupakan salah satu masyaikh sepuh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Saat masih muda, meski keturunan kiai yang mempunyai salah satu pondok pesantren besar di Sumenep, Kiai Basith sama sekali tidak menyurutkan ghirah semangat belajar dan tidak silau dengan nama yang diembannya.

Kiai Basith termasuk salah satu kiai yang sangat produktif terutama dalam menerbitkan karya berupa buku-buku. Bahkan, Kiai Basith sampai lupa apa saja yang pernah ditulis. Salah satu karya tulisnya yang mashur adalah Tafsir Surat Yasin.

Selama hidup, Kiai Basith istikamah membimbing para santri dalam menyelami ilmu pengetahuan. Kiai Basith juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee I.

Kiai Basith dan Gus Dur

Membahas KH Abdul Basith, saya justru teringat dengan Gus Dur, sosok yang tak asing dalam cerita kehidupan Kiai Basith. Ada beberapa riwayat yang menyebutkan, setiap Gus Dur ke Pondok Pesantren Annuqayah, pasti berkunjung di kediaman Kiai Basith.

Ada satu kesamaan yang seakan di antara keduanya, yaitu semangat dan ghirah dalam belajar dan menyebarkan ilmu.
Gus Dur, meski dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri untuk belajar dan memikirkan perihal keummatan. Begitu juga dengan KH Abdul Basith. Meski sedang sakit, Kiai Basith tetap mengajar dan berkarya.

Saat masih berstatus menjadi santri di Annuqayah, saya sempat menyaksikan sendiri dengan rasa salut dan mata berkaca-kaca. Meski kurang sehat, Kiai Basith tak surut semangatnya dalam mendidik santri. Kiai Basith juga dikenal aktif dalam organisasi ke-NU-an.

Wafatnya Kiai Basith meninggalkan duka mendalam bagi sanak famili, alumni, simpatisan Pondok Pesantren Annuqayah serta nadliyin Kabupaten Sumenep. Ghafarallahu dlonubahu wanawwara dlorihahahu wajaalal jannata ma’wahu.

Tinggalkan Balasan