“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10). Ayat ini menjadi indikasi bahwa di antara umat muslim harus menjaga kedamaian dan ketentraman. Berusahan membangun persuadaraan yang hakiki dengan selalu berusaha berdamai dan menhindari perselisihan. Sebab, perselisihan, perseteruan, dan permusuhan hanya akan melahirkan orang-orang arogan dan kehidupan yang tenteram tidak akan pernah dicapai.
Berkata Baik atau Diam

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits tersebut ada dua pokok persoalan yang dapat kita ambil. Pertama, berkata baik, yaitu suatu ungkapan yang memiliki etika, tidak menyinggung perasaan orang lain, atau kata-kata yang mengandung hikmah. Ungkapan yang baik adalah sebuah nasihat baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Ucapan yang tidak menyinggung perasaan orang lain adalah sebuah kaidah komunikasi agar terhindar dari perselisihan. Menghormati perasaan orang lain dengan cara memilih ungkapan atau ucapan yang tepat dan benar merupakan sikap bijak dalam suatu komunitas kehidupan.
Kedua, diam, yaitu suatu sikap bijak ketika ungkapan atau kalimat yang terucap tidak memberikan makna. Maka diam menjadi pilihan, dan sikap diam itu sendiri menjadi cerminan etika seseorang. Mencoba membangun komunikasi yang divergen, meluas tanpa adanya pengaruh positif akan berdampak negatif baik secara hubungan horizontal maupun vertikal. Harus dipikirkan lebih dalam terhadap konsekuensi ucapan sehingga akan berdampak baik kepada lingkungan. Ungkapan tafakar qabla an tatakallam, (berpikir sebelum berkata) harus diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Berkata baik memang memberikan dampak positif bagi hubungan sosial. Namun tidak semua orang mampu membangun komunikasi yang koheren, seharusnya, dan sepantasnya. Ketika seseorang mampu memberikan ungkapan kebaikan, maka perkataannya akan dubutuhkan oleh banyak orang. Karena dari ungkapan itu terkandung nasihat yang dapat dijadikan pegangan dalam berkehidupan.
