Jadi Santri itu Susah dan Berat…

Pada tahun 2018, provokasi dilakukan oleh orang yang mengibarkan bendera HTI di tengah upacara peringatan Hari Santri di Garut yang berujung pada insiden pembakaran bendera HTI oleh anggota Banser. Peristiwa ini segera menyulut kontroversi dan provokasi yang menyudutkan Banser.

Setahun kemudian, pada 2019, peristiwa provokasi terjadi lagi di Cianjur. Segerombolan orang membawa bendera HTI dan atribut FPI mendatangi acar pengajian dalam rangka Hari Santri di alun-alun Cianjur. Mereka naik ke panggung dan ngotot membubarkan acara untuk memancing emosi panitia agar timbul kerusuhan. Untungnya, panitia tidak terpancing, sehingga bentrok bisa dihindarkan. Dan kembali, peristiwa ini kemudian “digoreng” di medsos sehingga menimbulkan kontroversi yang bisa membelah umat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Beberapa peristiwa tersebut cukup bisa dijadikan indikasi bahwa ada upaya untuk membuat sitgma negatif Hari Santri agar timbul kesan bahwa Hari Santri selalu bikin rusuh, memancing kontroversi, dan memecah belah umat. Apa yang terjadi juga membuktikan bahwa yang benci santri dan selalu membubarkan acara-acara santri ternyata tidak hanya PKI. Mereka yang suka membawa bendera HTI dan pakai atribut FPI ternyata juga tidak suka terhadap kegiatan santri. Meski dengan dalih yang berbeda, namun perilaku dan sikap mereka terhadap santri dalam kasus ini sama persis dengan PKI.

Melihat berbagai peristiwa yang ada dan berbagai tudingan negarif dan pandangan pejoratif yang dialamatkan kepada santri, semakin membuktikan bahwa jadi santri itu susah dan berat. Kondisi memang telah berubah, terknologi memang telah maju, tapi pandangan, sentimen, dan prasangka terhadap santri ternyata masih belum banyak berubah. Kondisi seperti ini harus dipahami oleh para santri.

Dengan memahami situasi dan cara pandang kelompok lain yang seperti ini, maka akan bisa menjaga kedewasaan dan kearifan sikap para santri sehingga tidak mudah terjebak dalam sikap frustrasi dan emosi yang bisa menghilangkan karakter dan nilai-nilai santri yang selalu tawadlu, sabar, dan berkhlakul karimah.

Selamat hari santri…  Semoga santri tetap sehat dan istiqamah menjaga negeri, bakti kiai dan menebar damai. Tetaplah jadi santri meskipun jadi santri itu susah dan berat.

One Reply to “Jadi Santri itu Susah dan Berat…”

Tinggalkan Balasan