Jejak Nasihat 30 Tahun Lampau

Kiai A. Warits Ilyas berkata, “Santri itu tidak wajib bisa baca kitab. Sebab kalau wajib, maka berdosalah mereka yang tidak bisa. Tetapi santri wajib belajar. Soal menjadi pandai atau tidak itu urusan Allah.” Jadi kewajiban seorang santri adalah belajar. Karena kalau hanya bisa baca kitab, tetapi bacaan dari kitab tersebut tidak memberikan manfaat, maka hal tersebut akan sia-sia. Ikhtiar dengan cara belajar yang rajin adalah sebuah keharusan. Karena usaha adalah kewajiban sedangkan hasil akhir kita serahkan kepada Allah swt.

Lebih lanjut, Kiai Waris menjelaskan, “Santri tidak harus alim. Yang lebih penting, santri harus bisa bermanfaat bagi orang lain melalui kemampuan apapun yang dimilikinya.” Kepandaian atau kealiman itu adalah persoalan setelah kita berusaha belajar dengan tekun dan giat. Karena kealiman seseorang merupakan hak prerogatif Allah swt. Menjadi bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain adalah buah (manfaat) yang diinginkan bagi santri setelah melaksanakan ikhtiar belajar dengan sebaik-baiknya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Nasihat menyejukkan itu begitu dalam melekat di hati saya. Awalnya saya memang sering tidak masuk kalau jadwal beliau. Sejak saat itu saya berusaha untuk rajin sekolah dan belajar. Nasihat yang begitu menyentuh, yang disampaikan dengan ikhlas dan santun, membuat saya terperangah dan sadar bahwa selama ini saya tidak memanfaatkan kesempatan untuk belajar dengan sebaik-baiknya.

Tinggalkan Balasan