Kang Zastrouw dan Bukunya

Anjangsana yang dimaksud dalam buku ini tentu bukan sekadar perjalanan fisik. Lebih dari itu, ia merupakan perjalanan spiritual (spiritual journey) atau laku dalam tradisi Jawa.

Dari buku, Prof Aji melihat Kang Zastrouw sebagai penulisnya sedang menjalani laku untuk mencapai sesuatu atau spiritual journey. Tiap journey selalu ada pertemuan dengan tokoh empirik dan spiritual. Laku sendiri dijalani sebagai proses belajar untuk terlahir kembali. Laku, ngelakoni, lakon. Dengan spiritual journey ini, Kang Zastrouw terlahir kembali melalui bukunya ini.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ada 10 tokoh agama, kiai, atau masyayikh yang diceritakan dalam buku ini. Semua diceritakan dengan deskripsi yang penuh empati. Memang, diakui Prof Aji, ada kecenderungan glorifikasi pada tokoh-tokoh tertentu. “Tapi kita harus berterima kasih atas terbitnya buku ini. Sebab, spiritual journey biasanya tak boleh diceritakan, tapi ini malah dibukukan. Pasti ada yang istimewa untuk kita baca,” tutup Prof Aji.

Dalam buku setebal 190 halaman yang diterbitkan Penerbit Gapura Publishing ini, tergambar betapa Kang Zastrouw sebagai penulis telah menempatkan cerita, laku hidup, dan kearifan para kiai sebagai mata air peradaban yang perlu terus digali dan dialirkan agar dapat menyebar. Hal ini diperlukan untuk menumbuhkan benih-benih peradaban.

One Reply to “Kang Zastrouw dan Bukunya”

Tinggalkan Balasan