Di dalam membaca, saya tidak langsung menerima secara mentah-mentah apa yang diinformasikan atau disampaikan penulis. Pertama-tama, saya membiasakan diri untuk skeptis terlebih dulu, kemudian menalarnya pelan-pelan, membandingkannya dengan pernyataan yang lain. Jika saya sendiri tidak setuju, tentu saya harus punya alasan yang kuat.
Saya sering lambat untuk mengkhatamkan buku-buku yang saya baca, karena memang tidak mudah untuk memahaminya secara komprehensif. Jika sekadar membaca, saya pun bisa mengkhatamkan buku-buku itu sekali duduk. Tetapi, saya tidak ingin setelah beranjak pengetahuan yang saya dapatkan juga ikut beranjak dalam diri saya.

Pengalaman saya mengajarkan, begitu banyak sekali ketidaktahuan yang saya ketahui setelah selesai membaca. Barangkali karena kita manusia, maka kita harus banyak membaca.
