KH Hanif Muslih, Mursyid yang Suka Menulis

Selain mengasuh pondok dan memimpin tarekat, Kiai Hanif juga rajin menulis dan menerjemahkan kitab. Al-Futuhat Ar-Robaniyah, misalnya, adalah buku tarekat karya KH Muslih Abdurrahman Al-Maroqy yang diterjemahkannya. Adapun, buku pertama yang ditulisnya tentang tahlilan. Buku ini ditulisnya setelah ia memperoleh pertanyaan seorang temannya tentang hal ikhwal tahlilan.

Setelah itu, ia kemudian banyak menulis tentang amaliyah yang biasanya dilakukan warga nahdliyin yang sering disoal oleh kalangan di luar nahdliyin. Misalnya, soal jumlah rakaat salat taraweh atau tawasul. Dalam menulis buku, Kiai Hanif melakukan pengkajian dan penelusuran hingga ke sumber-sumber terjauh secara komprehensif.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dari pengkajian dan penelusurannya itulah Kiai Hanif Muslih sampai pada kesimpulan bahwa kalangan yang mempertanyakan amaliyah nahdliyin biasanya hanya mengutip dalil atau pendapat ulama terdahulu secara sepotong-sepotong, tidak utuh. Sehingga, seakan-akan amaliyah nahdliyin itu salah atau bidah.

Adapun, warga nahdliyin sendiri, menurutnya, memang memiliki kelemahan: asal melaksanakan ajaran atau perintah kiai, tanpa mau repot-repot mencari-cari sendiri dalilnya, dasar hukumnya. Sehingga, kesannya yang muncul adalah taqlid buta. Dengan buku-buku yang ditulisnya, diharapkan warga nahdliyin paham benar dasar humum amaliyah yang dijalankannya.

One Reply to “KH Hanif Muslih, Mursyid yang Suka Menulis”

Tinggalkan Balasan