Kiai Pesantren dan Ancaman Radikalisme

Peran Kiai

Sebagai personal yang memiliki posisi sangat strategis di pondok pesantren, maka perlu juga bagi kiai untuk membuat perencanaan untuk menghalau segala paham radikalisme. Kiai sebagai pemimpin (biasa diistilahkan pengasuh) pondok pesantren harus mampu menyusun rencana itu, agar pesantrennya tidak dijangkiti paham-paham demikian. Sebab, radikalisme yang dibiarkan tumbuh subur dan beranak-pinak akan berimbas pada tindakan profan lain, semisal terorisme.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tak hanya di pondok, sebagai seseorang yang disegani oleh masyarakat, kiai juga harus siap memberikan doktrin sejuk bagi masyarakat, semisal pemahaman-pemahaman moderasi beragama, pentingnya hidup rukun, dan semacamnya. Sebab, perannya tak hanya difungsikan untuk lingkup pondok pesantren saja, melainkan juga kepada masyarakat luas, sesuai dengan pengaruhnya di masyarakat.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan kiai pesantren dalam menghalau gerakan radikal yang sewaktu-waktu bisa saja menyerang. Pertama, bekerja sama dengan pihak terkait untuk menanggulangi paham tersebut. Beberapa pihak—semisal Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT)—bisa menjadi afiliator untuk meluruskan ikhtiar dalam penanggulangan ini.

Di sisi lain, pemerintah, melalui BNPT ini juga harus aktif dan siaga dalam melakukan program-program penanggulangan. Maka, dua kekuatan (antara pesantren dan BNPT) bisa membuat benteng pertahanan (setidaknya meminimalisasi) masuknya paham-paham yang kurang jelas.

Kedua, sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, pesantren sejatinya memiliki otoritas dalam mempromosikan hal-hal yang positif dan masyarakat, semisal mempromosikan ihwal moderat dan wacana-wacana kebangsaan. Hal itu bisa ditempuh dengan jalur pelajaran di sekolah, pengajian-pengajian, dan kemasan-kemasan lainnya.

Tinggalkan Balasan