
Semasa hidup, Kiai Sohib menghabiskan waktunya sebagai kepala Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang, Jawa Timur, salah satu pesantren tertua di Indonesia. Sebagai kepala pondok, tentu saja kesibukan beliau sangatlah banyak. Tidak hanya mengurus pondok, suami dari Nyai Dewi Aisyah ini juga ikut terjun langsung dalam mengisi pengajian serta mengajar di Madrasah Diniyah Matholiul Huda, madrasah diniyah yang berada dalam lingkup Pondok Gading.
Dalam hal mengajar, beliau sangatlah istiqomah. Sebagai kiai yang juga punya pekerjaan sebagai dosen di Universitas Negeri Malang, tentu saja waktunya banyak tersita untuk berkecimpung di kampus pusat pendidikan di kota Malang itu. Tapi setiap waktu duha pada Senin-Kamis, Kiai Sohib masih selalu istiqomah mengisi pengajian di kediamannya. Sebagian besar santri Pondok Gading adalah pelajar-mahasiswa, dan merama baru ke kampus atau sekolah di siang hari. Dan akibatnya pengajian di waktu duha yang diasuh oleh beliau hanya diikuti segelintir santri saja. Tapi sedikitnya santri yang ikut mengaji pada beliau itu tak pernah menyurutkan keistiqomahannya dalam mengajar.

Kitab yang diampu oleh Kiai Sohib mencakup banyak dimensi ilmu. Di masjid pesantren, beliau sering membalah kitab-kitab hadits seperti Tajridus Sorih, Mukhtarul Ahadits, Jawahirul Bukhari, dan kitab-kitab lainnya. Di kediaman beliau sendiri kitab-kitab yang diajarkan adalah kitab-kitab tasawuf seperti kitab Nashaihul Ibad, Nashaihud Diniyah, dan Minhajul Abidin. Selain itu, di madrasah diniyah, Kiai Sohib juga mengajar beberapa kelas dengan mata pelajaran yang berbeda-beda. Di antara pelajaran-pelajaran itu adalah mustalah hadits, ilmu falaq, dan mantiq. Itu adalah pengajian rutin yang beliau ampu di lingkup Pondok Gading. Jadwal mengaji di luar pesantren pun juga rutin beliau laksanakan. Kiai alim itu terkenal dengan penjelasannya yang sangat detail dalam setiap pengajian.
Semasa hidup, beliau sering berwasiat untuk menyiapkan bekal kematian dengan sebaik-baiknya. Memperbanyak amal serta memperbanyak ilmu yang diajarkan akan membuat istirahat di alam barzah terasa menenteramkan karena akan dihibur oleh banyak teman.
