Kiai Tsabit Khozin dan Ilmu Kanoragan

Adapun, sebagai “musuh”, K Warits tidak tinggal diam dan bersiap untuk menerima tantangan yang sebenarnya dari kerabatnya sendiri. Tetapi begitulah di usia remaja, eksistensi diri menjadi pengabaian terhadap kenyataan hubungan keluarga.

“Saya dan Warits sudah saling berhadapan untuk unjuk kebolehan dalam ilmu kanoragan,” demikian Kiai Tsabit menceritakan persaingannya dengan kerabatnya, Kiai Warits. Tetapi, pertempuran kanoragan itu tidak sampai terjadi. Sebab, dari arah kejauhan ada KH A Bashir AS yang melihat pertengkaran keduanya. Kiai Bashir pun bergegas menghampiri keduanya, dan dengan sekali hantam, Kiai Tsabit terpental dan tidak berdaya dengan pukulan Kiai Bashir. “Kanoragan saya tidak ada apa-apanya di hadapan Paman Bashir,” demikian Kiai Tsabit menuturkan kejadian masa mudanya sambil tertawa ringan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di lain kesempatan, masih terkait dengan Kiai Tsabit yang diceritakan langsung oleh Kiai M Faizi dalam sebuah kesempatan. Bahwa pohon sawu yang ada di area Pesantren Annuqayah semula tumbuh lurus ke atas. Tetapi kemudian miring/condong ke arah timur (ondhung dalam bahasa Madura) karena diraih dengan tangan kosong (epanggu’ dalam bahasa Madura) hingga condong ke arah timur. Pohon tersebut diperlakukan sedemikian dalam keadaan sudah besar. Secara logika atau dengan tangan biasa tidak akan mungkin terjadi. Namun dengan keilmuan (karomah) Kiai Tsabit, hal yang tidak logis dapat terjadi.

Tinggalkan Balasan