Kiai Zamroji Halim, Mufasir Jember yang Produktif Menulis Turats

Sementara ibunya, merupakan puteri KH Muhammad Kholil, pengasuh Pondok Pesantren Bani Kholiel di Dusun Balong, Desa Bangsalsari, Jember.

Kiai yang biasa disapa Yai Zam oleh santrinya ini sejak kecil sudah memiliki minat baca yang tinggi, mulai dari buku sejarah, cerita edukatif, koran, serta gemar menonton berita-berita di radio dan televisi sejak sejak ia kelas 3 Sekolah Rakyat (SR). Kesehariannya lebih banyak berotasi dalam belajar, menulis, dan mengajar.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Terhitung sudah 13 turats yang telah ditulisnya. Berdasarkan kategori dakwah Ali Aziz dalam Ilmu Dakwah, maka ia tergolong kiai bertipologi al-Da’wah bi al-Qalam.

Rihlah pendidikannya bisa dibilang sepenuhnya ditempuh di Ponpes MHI. Pasalnya, hanya terhitung belasan bulan saja ia mondok di luar. Satu tahun di Pondok Pesantren al-Hidayah Tertek, Kediri asuhan KH Juaini Nuh (1971-1972 M), dan sisanya di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Wonosalam, Demak asuhan KHTamyiz Kasnawi. Meski, ada juga yang mengatakan ia juga pernah berguru kepada KH Zamroji Kencong di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kencong, Kediri.

Fakta yang menarik adalah, ia juga pernah mengenyam pendidikan pendeta dan pastor lewat kampus terbuka Madrasah al-Kitab Asia Tenggara (MAAT) Malang, pada tahun 1974 M selama selama tiga semester. Kini, lembaga tersebut telah berganti nama menjadi Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) sejak tahun 1981 M. Menurut Kiai Zamroji, ia melakukan itu atas motivasi mendalami distingsi teologi Islam dan Nasrani.

Tinggalkan Balasan