berkali-kali, sebuah jejak menyambangi
berkali-kali kini hadir tanpa permisi
membawa aroma tanah yang kini menjadi gurun
seraya menabuh mimpi, tengah berkarat untuk bangun
meski berlapis-lapis air telah dilewatkan
kini, berlembar-lembar air mata menampik tujuan
teruntuk tajamnya ujung-unjung gerimis beku
akhirnya kini menusuk sekujur tubuh nan membiru
barangkali tak jua cukup
mekarnya sekuntum mawar dari sebuah kuncup
barangkali tak jua pantas
hanya untuk sekedar tersimpan dalam gelas

selayak kilau-kilau air, apakah semua ini harus serba mengalir
hingga tak sampai terpikirkan,
bagaimana seseorang mengolah keringat, menjadi ketulusan.
APALAH ARTI
Apalah arti kata sebanding
jika tak pantas lagi untuk bersanding
Apalah arti kata setimpal
jika rasa telah berbatas jurang terjal
Apalah arti seimbang
jika salah satu belas kasih telah tumbang
