Kisah Pesantren Ihya’us Sunnah dan Kopi Rempah

Jember memang dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia sejak zaman Belanda. Namun, sebagai petani kopi, Ustaz Imam Bukhari turut merasakan susahnya menjadi petani kopi. Saat panen tiba, harga kopi justru selalu anjlok. Per kilogram bisa di bawah Rp 20 ribu.

Dengan latar keprihatinan seperti itu, Ustadz Bukhari akhirnya membuat terobosan. Salah satunya, mendirikan usaha kopi bubuk. Usaha ini melibatkan para santri dan petani kopi di desa sekitarnya. Di lingkungan pondok akhirnya dibangun penggiligan kopi bubuk. Bahan bakunya didatangkan dari petani kopi di daerah di lereng Gunung Argopuro.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebelum memulai usaha tersebut, sebagai alumnus Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Desa Sukorejo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, terlebih dulu Ustadz Bukhari meminta restu kepada gurunya. Bubuk kopi yang diproduksinya pun akhirnya menggunakan nama almamaternya sebagai merek dagang, dan jadilah BIKLA.

Tinggalkan Balasan