Sayangnya, pada periode 12 hingga 24 September 2020, ada sebagian santri mengalami gejala batuk, flu, dan panas. Terhadap para santri yang bergejala ini dilakukan tes swab. Hasilnya, terkonfirmasi sebanyak 46 santri Positif Covid-19. Saat ini, mereka dalam proses isolasi mandiri di lingkungan pondok.
Juru Bicara Ciris Center Covid-19 Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, memastikan aktivitas Pondok Pesantren Husnul Khotimah untuk sementara ditutup. Ia juga memastikan pihaknya akan melacak siapa saja orang-orang yang pernah kontak langsung dengan 46 santri itu.

Selain itu, Crisis Center Covid-19 juga bakal menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh area pondok. “Kami melakukan tracing. Kemudian kami lakukan disinfeksi ke seluruh lingkungan pesantren,” ujarnya.
Di luar Jawa, sejumlah pesantren juga masih menjadi kluster Covid-19. Di Provinsi Sumatra Selatan, kluster pesantren jadi penyumbang signifikan bertambahnya kasus Covid-19. Hingga akhir pekan ini, tercatat ada 76 warga pesantren yang dipastikan positif Covid-19. Mereka adalah pengurus pondok pesantren dan santri.
Sementara itu, dari Kepulauan Riau dilaporkan jumlah santri yang positif Covid-19 bertambah
25 orang. Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memastikan jumlah pasien Covid-19 di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Toapaya bertambah 25 orang. Kini total pasien Covid-19 menjadi 81 orang.
“Ada dua guru dan belasan santri yang tertular, yang paling banyak santriwati,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan Gama AF Isnaeni, Kamis (24/9/2020), seperti dikutip Republika.
Menurutnya, kondisi ini cukup mengkhawatirkan, mengingat ruang karantina di Kabupaten Bintan yang terbatas.

Ya Allah, lindungi kami dari dampak covid-19, segera angkat virus ini dari muka bumi, Aamiin!