/isi kepala/
Berhentilah memikirkan!
Mari kita sepakat melepas simpul seputih melati
Membakar kerangka mimpi
Lalu melupa
/mata/
Terlelaplah!
Banyak mimpi yang harus kaucapai tanpanya,
Jangan biarkan air bening itu luruh dari pelupukmu

/mulut/
Berhentilah menyebut namanya!
Namamu bukan lagi yang ia sebut,
Bukan lagi yang ia pinta.
Katakan saja “aku tetap baik tanpamu”
/bibir/
Rekahkan senyummu!
Ia yang sungguh menyayangimu
Tak akan merasa baik-baik saja
Ketika sabit tak lagi bersinar di lekukan bibirmu
/pundak/
Kuatlah!
Tak perlu selalu bersandar,
Buktikan bahwa tanpanya kau mampu bertahan
Dan buktikan kau bukanlah yang jatuh
Ketika pundaknya tak tersedia lagi untuk kau bersandar
/tangan/
Lepaslah!
Genggamannya bukan lagi yang menghangatkan
Bukan lagi yang erat menggenggam mimpi dan impian
