Ia pasang nasibnya di kail yang mirip huruf ba’
Lalu dilemparkannya benang dan doa
ke sungai dalam di mataMu
/2/
“Bismillah”
Gumamnya

Tapi ikan lebih tau
antara getaran pasrah
dan terpaksa, sungguh!
Kail pemancing lama tak bergerak
tak seperti pikirannya yang selalu beranjak
tentang sekarang, besok, dan kelak.
/3/
Bayangan senja mulai tampak tegak
dari sepasang mata pemancing
Ia perlahan mengangkat pancing
tanpa dendam kepada jarak
“Setiap jatah akan jatuh dengan tepat”
Katanya, sambil mengganti umpan yang pucat
“Tapi kau bukan malaikat”
Yang bertugas menumpahkan segala nikmat
“Tapi kau juga bukan Tuhan”
Memaksa ikan-ikan beriman
dan tersesat mengikuti angan
/4/
Cahaya bintang dan bulan
memantul ke permukaan
tetapi, sayang
Jalan pulang jadi buram
tertutup air bening
di kedua mata pemancing
