Jika kompleks makam tidak ditutup, demikian kata Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz, dikhawatirkan akan berdampak pada penyebaran dan penularan Covid-19. “Kami kawatirkan kerumunan orang akan berdampak pada penyebaran virus itu,” ujar Gus Kikin, sapaannya, seperti dikutip surya.co.id.
Dalam surat edaran tidak disebutkan sampai berapa lama penutupan makam Gus Dur ini. Namun, jika situasi sudah kondusif, kompleks makam akan dibuka kembali untuk kunjungan ziarah. “Kalau sudah memungkinkan untuk dibuka, kami buka. Kami imbau kepada para peziarah untuk jangan berziarah dulu,” katanya.

