Treeet-tet-tet…
Pijar-pijar api itu melesat mengangkasa
Menyisir gelap menebar kilau cahaya
Sebelum suluk memeluk yang mengguguk
Pada segaris bulan yang terlalu cepat mengambang
Seperti menyingkap kelambu malam
Dari bawah rerimbunan pohon kamboja
Yang tersebumbunyi di ujung sebuah desa
Ia berjalan membawa nyala obor
Dari api cinta abadi yang menerangi hati.

LELAKI PERKASA ITU
Bukan mereka yang mengukir sejarah dengan tinta emas. Bukan mereka yang memancangkan tonggak-tonggak negara dengan batu-batu kali dan pasir-pasir pantai yang tak tersentuh puisi. Bukan mereka yang disanjung-menjulang setinggi bintang oleh kepahlawanannya
Bukan mereka lelaki perkasa itu. Bukan. Sebab aku ada bukan karena mereka. Sebab aku ada bukan karena mereka ada
