MASALALU: BAHAN BAKAR KESEDIHAN

Aku rajin menabur bunga
Kepada segunduk pusara
Di pinggir jalan
Kusumanegara
Macam-macam nostalgia
Tertulis rinci
Di muka batu nisannya

Dengan bergulung-gulung puisi
Telah rampung kujahit jaket
Untuk tubuh ingatan
Yang tergolek beku
Di sebuah bangku
Di kafe Basabasi

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Wonokromo, 2021.

SESAAT SETELAH KAU PERGI

sesaat setelah kau pergi
bunga-bunga di halaman enggan mekar
pepohonan bungkuk dan meranggas
waktu jadi sealot olahan daging kambing tanpa perasan nanas muda
musim hujan malas berhenti
tapi air tak menumbuhkan apapun
selain kerinduan

Bantul, Juli 2022.

Tinggalkan Balasan