Saat aku masuk ke langgar tiba-tiba Pak Us nyeletuk lagi. “Ma’unah tak diberikan Tuhan pada manusia yang kalah dengan lukanya. Dia hanya memberi pada hamba yang bisa tersenyum saat susah, dan bersyukur saat bahagia.” Aku membalikkan badan. Kembali menuju ke luar langgar dan memandangi langit malam. Dengan sedikit doa, aku ingin menjadi manusia yang lebih kuat seperti Mat. Semoga saja.
