Ustaz Fahruddin juga menyampaikan materi tentang keberkahan ilmu keti amelihat para jemaah yang mayoritas santri dan mahasiswa.
“Dalam Islam terkenal tiga istilah, yaitu manfaat, maslahat, dan barakah. Manfaat artinya ilmu yang kita dapat hanya berguna bagi diri kita sendiri. Maka letaknya manfaat itu paling bawah. Kemudian, tingkatan yang kedua yaitu maslahat. Artinya, ilmu kita dapat berguna bagi orang lain. Tingkatan tertinggi ialah barakah, di mana ilmu yang kita dapat mendatangkan rezeki yang tidak pernah kita sangka karena ilmu itu sumbernya langsung dari Allah dan di sanalah berlimpahnya manfaat dan maslahat,” jelasnya.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa ilmu merupakan suatu hal yang suci. Maka ia meminta agar dipastikan ilmu tersebut juga berada dalam wadah yang bersih dan suci.
“Ilmu ini adalah barang bersih, sementara jiwa kita adalah wadahnya karena ilmu itu masuk ke pikiran, jiwa dan hati kita. Kalau ilmu yang bersih masuk ke wadah yang beracun,maka hasilnya yang bersih akan jadi beracun juga meskipun ditambah dengan air susu. Maka, seringkali kita melihat teman yang sangat pintar tetapi yang keluar dari mulutnya bukannya solusi tapi masalah kemungkinan karena wadahnya kurang bersih Sehingga jangan menggandengkan suatu hal yang bersih dengan suatu hal yang kotor. ” tuturnya menutup tausiyah.
