Kejadian-kejadian seperti itu akhirnya membuat sementara orang selalu merasa khawatir dan curiga terhadap komunitas Islam, dan memberi stiga negatif terhadap masyarakat Islam. Kaum muslim dianggap pendidikannya tidak maju, ekonominya berantakan, tidak mampu bersatu, berperilaku keras, dan seterusnya. Kesan negatif itu terbangun dari apa yang mereka lihat, dan mereka dengar dari sebagian penganut Islam.
Sebaliknya, terhadap komunitas agama lain, terbangun kesan lebih maju, ekonominya unggul, pendidikannya berkualitas, mampu bersaing dengan berbagai lapangan kehidupan, dan lain-lain sebagainya. Atau, bisa dibilang, mereka lebih berhasil dalam membangun kehidupan yang lebih maju. Jika Islam melalui para tokohnya disebut menawarkan ajaran tentang kemajuan, keselamatan, kesejahteraan, maka secara mudah akan dibantah berdasarkan kenyataan apa yang mereka liat dari umat Islam.

Pertanyaannya adalah, di mana dan siapa yang sebenarnya patut dikoreksi atas berbagai kenyataan tersebut? Islam mengajarkan kemajuan, kedamaian, serta mengajak hidup sejahtera, sehat, dan seterusnya. Akan tetapi, umatnya memang belum selalu berhasil mewujudkannya. Maka, siapakah sebenarnya yang menjadi penyebab, hingga Islam tidak terlihat maju dan ideal, bahkan masih gagal dipahami oleh umatnya sendiri?
