Mengajar dengan Hati Bersama D Zawawi Imron

Menyitir sebuah hadis, “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian jika tidak mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” Bahwa seharusnya sebagai seorang saudara harus memberikan nilai kasih kepada orang lain. Begitu juga dengan guru, harus memberikan nilai cinta dan kasih kepada semua peserta didik tanpa memandang status sosial. Jika itu yang dilakukan, maka seorang guru akan terus dikenang oleh para siswa bahkan hingga kita menghadap kepada Allah swt.

Sedangkan modal utama untuk dapat mengajar dengan kasih adalah ate se cokla. Yaitu kondisi hati kita yang bersih, suci, dan memancarkan cahaya cinta. Menyitir kata-kata Sunan Derajat, Zawawi mengatakan, “Dadiyo wong sing iso rumongso, duduk wong sing rumongso iso, jadilah orang yang bisa merasa, bukan menjadi orang yang merasa bisa.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Seminar Pendidikan kali ini dihadiri oleh para kepala sekolah, guru, dan masyarakat di sekitar SMPN 1 Batang-Batang. Tidak kurang dari 150 peserta tekun dan cermat mengikuti pemaparan dari D Zawawi Imron yang juga terkenal dengan julukan si Celurit Emas. Para peserta begitu antusias dalam mengikuti seminar, hingga tidak terasa waktu yang begitu panjang pun terasa sesaat. Seminar ini dikahiri dengan tanya jawab yang tanpa disangka-sangka, mereka para peserta begitu bersemangat dalam mengajukan beragam pertanyaan.

Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh peserta seminar adalah bentuk “kekerasan” yang sesekali harus dilakukan guru karena suatu alasan. Dalam hal ini, Zawawi menjelaskan bahwa kita boleh tegas tapi tidak boleh keras. Ketegasan adalah bentuk kasih demi kebaikan peserta didik, sementara kekerasan adalah bentuk emosional yang tidak boleh terjadi dalam dunia pendidikan.

Maski para peserta begitu antusias, namun waktu harus mengakhiri acara Seminar Pendidikan kali ini. Jam 12.00 WIB acara pun ditutup dengan semangat yang menyala untuk mengaplikasikan tema seminar dalam ruang-ruang kelas. Semoga ke depan kita masih diberi waktu untuk kembali menimba ilmu dari orang-orang yang lebih berpengalaman. Wallahu A’lam!

2 Replies to “Mengajar dengan Hati Bersama D Zawawi Imron”

Tinggalkan Balasan