Mengenal al-Shinqīṭī, Penulis Tafsir ­Aḍwā’ al-Bayān

Sebelum memulai pengajarannya, al-Shinqīṭī meminta salah satu muridnya untuk membacakan ayat Al-Qur`an yang akan dipelajari. Setelahnya, al-Shinqīṭī melanjutkannya dengan menyampaikan penjelasan baik mufradat, i’rāb, taṣrīf, maupun balaghah. Al-Shinqīṭī juga menjelaskan beberapa ayāt al-aḥkām disertai penjelasan ‘Ulūm al-Qur`ān dan Uṣūl al-Fiqh. Selain mengajar di Masjid Nabawi, al-Shinqīṭī juga mengajar di Universitas Islam Madinah, Fakultas Syariah dan Bahasa di Riyāḍ, masjid Syaikh Muḥammad ibn Ibrāhīm, dan Dār al-‘Ulūm Madinah.

Setelah kurang lebih 66 tahun berkiprah dalam dunia pendidikan dan menjadi aktivis dakwah, al-Shinqīṭī wafat di hari Kamis pada waktu Ḍuḥā setelah menunaikan ibadah haji. Tepatnya pada tanggal 17 Dhulḥijjah tahun 1393 H atau 1973 M di Makkah dan dimakamkan di pemakaman Ma’la. Jenazah al-Shinqīṭī disalati oleh ‘Abd al-‘Azīz ibn ‘Abdullāh ibn Bāz, murid-murid al-Shinqīṭī, dan umat muslim lainnnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Beberapa guru al-Shinqīṭī yang sangat berjasa dalam karir intelektualitasnya selain yang telah dijelaskan sebelumnya adalah Syaikh Muḥammad ibn Ṣāliḥ, Syaikh Aḥmad ibn Afram, Syaikh Aḥmad ibn ‘Umar, Al-Faqīh al-Kabīr Aḥmad ibn Mūd, Al-Faqīh Muḥammad ibn Ni’mah ibn Zaydān, ‘Allamah al-Mutabaḥḥir Aḥmad Fāl ibn Āduh, dan lainnya.

Al-Shinqīṭī mengabdikan hidupnya dalam dunia pendidikan. Meskipun penuh kesibukan, al-Shinqīṭī mampu meluangkan waktunya untuk menulis beberapa karya dalam bidang fikih, uṣūl, maupun tafsir Al-Qur`an. Awal karier sebagai penulis kitab sudah dimulai sejak al-Shinqīṭī berada di Mauritania.

Beberapa buah karya al-Shinqīṭī ketika masih berada di Mauritania adalah Naẓm fī Ansāb al-‘Arab, Rajz fī Furū’ Madhhab Mālik, Alfiyah fī al-Manṭiq, dan Naẓm fī al-Farāīḍ. Bahkan, selama dalam perjanalan menunaikan ibadah haji pun, al-Shinqīṭī memanfaatkan waktunya untuk menulis sehingga lahirlah dua buah kitab, masing-masing Sharḥ ‘alā Sullam al-Akhḍarī fī al-Manṭiq dan Al-Riḥlah ilā Baitillāh al-Ḥarām.

Sementara itu, selama bermukim di Ḥarāmain, al-Shinqīṭī juga aktif menulis dan melahirkan banyak kitab, di antaranya Aḍwā’ al-Bayān fī Īḍāḥ al-Qur`ān bi al-Qur`ān yang sangat terkenal itu. Selain itu, dalam periode ini juga lahir karya-karya lain, di antaranya Man’ Jawāz al-Majāz fī al-Munazzal li al-Ta’abbud wa al-I’jāz, Mudhakkarah Uṣūl al-Fiqh ‘alā al-Rawḍah al-Nāẓir, Ādāb al-Baḥth wa al-Munāẓarah, Daf’ Īhām al-Iḍṭirāb ‘an Āyāt al-Kitāb, Sharḥ alā al-Marāqī al-Su’ūdī, Bayān al-Nāsikh wa al-Mansūkh fī ayyi al-Dhikri al-Ḥakīm, dan Risālah fī Ḥukmi al-Ṣalāh fī al-Ṭāīrah, dan lainnya.

Tinggalkan Balasan