Sejatinya, di mana berkah itu berada? Di berbagai tempat dan waktu, berkah itu senantiasa berkelindan. Terdapat di sekitar kita. Untuk diri kita sendiri juga untuk orang lain. Dengan jiwa berkah, kita akan selalu dalam perlindungan Tuhan. Allah begitu sayang kepada hamba-Nya yang selalu berbuat kebaikan.
Jika jiwa dan mental kita sudah berpaut dengan berkah Allah, segala tindak-pikir kita akan memberikan nilai yang positif. Berbiasa dalam kebaikan akan berdampak pada sikap dan karakter yang dicinta oleh Allah. Revolusi mental untuk menyambut Ramadan dengan berbagai nilai poaitif harus kita upayakan demi menggapai kebaikan dunia dan kebahagiaan akhirat.

“Berbahagialah manusia yang selalu dalam cinta Tuhan.”
Wallahu A’lam bis Shawab!
