TIUP LILIN, NEGERIKU
Angka 76 menengadah sakral
Di atas cinta yang senantiasa kekal
Sementara, pinggan tempat lilin tegak
Menguatkan hati seumpama cagak

Tiup lilin, negeriku
Campakkan segala bising di kepalamu
Tanggalkan pecundang-pecundang yang melumat sumpah
Atau pendosa yang tampak ahli ibadah
Sebab kerontang perut pemimpi
Masih menyisakan duka tanpa henti
Banyak tubuh gemetar menekuni takdir
Sementara seonggok daging serakah tertawa kikir
Lilinmu menyalakan pendar yang binar
Mengetuk ruang-ruang gelap di antara kelakar
Kelakar dari mulut-mulut pendusta
Juga dari perut buncit pengumbar kata
Sumenep, 5 Agustus 2022.
AGUSTUS PAGI
