Bagaimana caranya? Pertama, jangan pernah punya niat sekecil apa pun, atau terpikir, untuk menjiplak karya orang lain. Meniru gaya orang lain menulis boleh. Meniru cara orang lain berkarya boleh. Tapi tidak menjiplak karya orang lain.
Termasuk dalam kategori plagiarisme adalah meminta “pertolongan” mesin cerdas Artificial Intelligence (AI) untuk “membuatkan” karya tulis. Secanggih apa pun, AI hanyalah alat bantu yang bisa memudahkan kerja manusia, tapi tak pernah bisa menggantikan sisi kemanusiaan kita.

Kedua, jangan pernah menjadi pengasong tulisan meskipun itu karya asli. Misalnya, kita punya satu tulisan yang di saat bersamaan atau berdekatan dikirim ke lebih dari satu atau ke banyak media sekaligus. Tentu, biasanya dengan harapan akan ada media yang memuatnya. Pengasong tulisan sejati adalah mereka yang sudah tahu tulisannya telah dimuat di satu media, masih juga dikirimkan ke media lain lagi
Jika ingin karya kita nampang di media yang berbeda-beda, maka naskah yang dikirim harus berbeda-beda pula. Seringkali setiap media punya karakter dan kebijakan redaksionalnya sendiri, dan penulis yang baik akan membuat tulisan yang berbeda untuk media yang berbeda.
