Menurut Ketua Pelaksana Festival Marawis Basisir Laut Kidul, Asep Dian Herdiana, festival ini diikuti 20 grup marawis dari berbagai daerah pesisir Selatan Jawa, seperti Pangandaran, Tasik Selatan, Garut Selatan, Cianjur Selatan, dan Sukabumi Selatan. Justru, meskipun tampil, grup dari Pesantren Al-Amin tidak diikutkan festival untuk menghindari bias penjurian.
Para pemenang dalam festival ini nantinya akan memperoleh hadiah jutaan rupiah. Pemenangnya akan diumumkan pada puncak acara Tabligh Akbar setelah digelarnya grand final Festival Marawis ini.

Festival diawali dengan penampilan dari para santri dan santriwati Pondok Pesantren Peradaban Al-Amin. Mereka mendemonstrasikan pencak silat, baik dalam kelompok maupun tunggal yang memukau dengan keahlian, kecakapan, dan ketangkasannya. Mereka berasal dari Manda Agung, padepokan pencak silat yang melatar belakangi kecakapan dan ketrampilan para santri ini.
Selanjutnya disusul oleh persembahan paduan suara dan marawis dari santri Pesantren Peradaban AL-Amin. Setelah itu, dimulailah penampilan dari grup-grup atau individu peserta Festival Marawis Basisir Laut Kidul sampai grand final pada 17 September 2024 bertepatan dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan ustaz kondang Subki Al-Bughury.
