Nabia Abbott, Orientalis Pembela Hadis

Oleh sebab itu dia melahirkan teori yang disebutnya sebagai Explosive Isnad. Teori ini tidak jauh berbeda dengan sistem isnad yang dikembangkan oleh para ulama hadis. Nabia dan para ulama hadis menyimpulkan bahwa sanad awal lahir pada masa Rasulullah yang kemudian berkembang dan tersebar luas sampai pada masa-masa berikutnya.

Nabia mengakui periwayatan hadis pada masa Nabi. Bahkan, menurutnya, hadis sudah ditulis oleh beberapa sahabat ketika Nabi masih hidup. Meskipun, penulisan hadis pada waktu itu masih bersifat non-massif karena memang Nabi sendiri tidak menghendaki jika hadis ditulis saat itu. Alasannya, saat itu sedang gencar-gencarnya pewahyuan ayat-ayat Al-Quran. Nabi merasa khawatir jika para sahabat menulis hadis akan tercampur dengan ayat Al-Quran.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Meskipun begitu, tetap saja ada beberapa sahabat yang menulis hadis dan disimpan tanpa sepengetahuan Nabi. Selain itu, penyebaran hadis lebih cepat melalui sistem oral atau menyampaikan hadis dari lisan ke lisan.

Kesimpulan dan teori yang dibangun Nabia tentu bertentangan dengan sikap para orientalis atau sarjana Barat, terutama Joseph Schacht dengan teori projecting back. Bagi Joseph Schacht, hadis Nabi itu tidak muncul pada masa Nabi, akan tetapi pada masa tabiin. Dia memperkirakan bahwa hadis diproduksi sekitar abad pertama atau awal abad kedua Hijriah.

Dengan kata lain, hadis Nabi itu tidak ada, justru yang ada adalah perkataan orang-orang setelah sahabat atau yang disebut tabiin, kemudian menyandarkanya pada para sahabat Nabi dan akhirnya disandarkan pada Nabi. Maka, inilah inti dari teori projecting back. Lewat teorinya ini Joseph Schacht berkesimpulan bahwa urutan periwayat dalam kajian sanad hadis merupakan sesuatu yang direkayasa dengan mengambil tokoh-tokoh popular di setiap masanya.

Apa yang dituduhkan oleh Joseph Schacht tersebut tidak dapat dibenarkan karena secara historis terdapat manuskrip-manuskrip hadis yang ditulis pada masa sahabat. Logikanya, jika hadis ditulis pada masa tabiin, maka pada masa sahabat hadis belum ditulis. Dan bukti adanya manuskrip hadis berasal dari ‘Abdullah bin Amr al-‘As (wafat 684 M), Abu Hurairah (wafat 678 M), Abdullah bin Abbas (wafat 688 M), dan Anas bin Malik (wafat 712 M).

One Reply to “Nabia Abbott, Orientalis Pembela Hadis”

Tinggalkan Balasan