Hingga tibalah pada detik-detik hari kemerdekaan. Tanggal 17 Agustus 2023, pagi itu kami mengikuti upacara hari kemerdekaan dengan khidmat. Uniknya dalam upacara ini seluruh peserta didik berbaris dengan rapi menjadi peserta upacara dan para gurulah yang menjadi petugas upacaranya.
Kala itu upacara berjalan dengan sangat lancar dan ditutup dengan doa bersama, bernyanyi, dan menyantap nasi tumpeng bersama-sama sebagai tanda syukur serta memupuk kebersamaan kami agar semakin erat kedepannya.

Pada sore hari tibalah saatnya untuk penurunan bendera. Setelah mengikuti kelas diniyah, para santri membentuk barisan dan mengikuti upacara penurunan bendera yang dilakukan oleh ustaz-ustaz madin.
Itulah keseruan dan kekompakan yang dilakukan kaum santri dalam menyambut hari kemerdekaan. Jiwa nasionalisme di era modern ini memang tidak lagi ditunjukkan melalui perjuangan mengangkat bambu runcing melawan penjajah, tapi bagaimana kita sebagai seorang santri mencintai dan membanggakan tanah air Indonesia.
Dari serangkaian kegiatan yang telah dilalui, kebahagiaan dan semangat terlihat jelas di mata para santri. Meskipun telah menjalani hari yang melelahkan, mereka tidak pernah kendor dalam mengikuti setiap kegiatan malam di dalam ma’had.
Semoga cerita ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus berkarya dan memupuk rasa nasionalisme di era modern.
