Acara ini menjadi puncak sekaligus penyerahan reward bagi pemenang lomba yang diselenggarakan sejak awal Oktober ini. Lomba yang diadakan yakni lomba video profil pesantran dan lomba Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) khusus santri pesantren di Banyumas. Lomba ini ditujukan untuk menghidupkan tradisi pesantren salaf, yakni membaca kitab kuning serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui pembuatan video profil pesantren.
Dalam lomba ini, Nurul Iman hanya mengirimkan cabang lomba video profil pesantran dan mengantungi juara pertama di cabang lomba tersebut. Perwakilan pesantren diminta menerima penghargaan. Namun, karena padatnya jamaah telat sampai panggung dan menerima piala di area panitia.

“Baru dari Brebes,” ungkap Dafa yang mewakili Nurul Kaman ketika ditemui di belakang panggung. “Udah ada firasat bakal menang, tapi sayang ngga bisa sampai tepat waktu,” sambungnya.
