MENDUNG DI MATAMU
Mendung di matamu tak berpulang
Pergi mencari dan menghilang
Menyusuri setiap jalan setapak kenestapaan
Meniti tawa dalam panggung kehidupan

Mendung di matamu turun perlahan
Rintiknya jatuh tak tertahan
Bulirnya menitik pelan-pelan
Hingga basah menjadi teman sepermainan
Mendung di matamu kini menjelma hujan
Sedang hatimu serupa badai
RUANG DIRI
Ketika kelahiran memberiku ruang
Waktu telah menyediakan jatah takdir
Untuk meniti masa demi masa di dunia
Ketika Aku beranjak besar
Bukan hanya ruang dan waktu
Orang-orang pun mulai datang dan pergi
Meninggalkan kenangan mereka satu demi satu
Dan ketika usia beranjak senja
Ruang, waktu, dan orang-orang mulai beranjak meninggalkanku
Menyisakan keheningan
Menyerahkan kesepian
Hingga pada titik akhir batasku
Tiada lagi yang kuperoleh
Selain sebuah pertanyaan
