ODE KEPADA AYAH
Di hadapan ayah
Aku mengerti betapa kejamnya hidup
Seperti binatang buas
Yang memangsa buruannya.
Aku selalu takluk
Melihat gudang di mata ayah
Banyak bekas-bekas kertas kepedihan
Dan rongsokan sepeda ontel
Waktu anaknya menangis meminta dibelikannya.

Sejak aku kuliah
Episode kepedihan ayah terus merajam
Utang sana-kemari
Tak peduli meski ada yang membuli
Hingga malam-malamnya
Yang kudengar hanyalah batuk doa
Hanya demi anak sampah yang ia pelihara.
Sumenep, Januari 2023.
JUNIAR
Mana yang lebih asin antara laut
Dan air matamu.
