Cabeyan, Desember 2021.
EFROSINA

i/
di celah daun kersen, matahari malu-malu
umbar separuh wajah
dengan sisa gigil malam buta:
aku gagal jumpa bulan tanggal empat belas.
pagi dan segala yang bernama pagi
taburi telapak kakiku dengan bulir embun
yang beningnya melebihi air mata
aku ingin menjelma pendeta
kesohor pecahkan terjal jiwa
tumbuhkan bunga dari nganga luka
ii/
pada awalnya tak kutahu
robusta ini hasil dari bulan
yang kau tubruk di lesung pipimu
hingga pada akhirnya
duka lebih leluasa jadikan sepiku
sebagai suaka
jika matahari panasnya melebihi bahasa.
Cabeyan, 2021.
ilustrasi: josan hamim devianart.

that is a good poem, how are you lil?. dont forget to nasa, hehe