Entah apa salah pandemi, sampai-sampai ia dijadikan bantalan untuk mendorong-dorong orang berpoligami.
Tapi itulah yang terjadi, yang menjadi berita terhangat pekan ini. Semua bermula ketika baru-baru ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerbitkan Tazkirah Nomor 12 tentang Solidaritas Terdampak Pandemi. Salah satu poin dari tazkirah tersebut berupa anjuran kepada seluruh kader PKS, yang mampu dan siap, untuk membantu anak-anak yatim yang terdampak pandemi dengan cara menikahi ibunya (yang janda?) alias poligami.

Karuan saja, “anjuran poligami” dari PKS itu memantik reaksi penentangan di ruang publik, bahkan sebagian menjadi olok-olok. Tak sampai seumur jagung, PKS segera mencabut tazkirah tersebut seraya meminta maaf kepada masyarakat yang merasa tersakiti.
