Jika membicarakan Pangeran jimat, kita akan teringat dengan Kota Keris, Sumenep. Padahal, di Pamekasan juga ada Pangeran Jimat. Bahkan ia termasuk yang pertama dari putra Panembahan Ronggo dengan Ratu Inten. Ratu Inten, menurut catatan silsilah Kerajaan Pemelengan, merupakan keturuan langsung dari Sunan Giri I, salah satu tokoh Walisongo yang sekaligus penguasa Giri Kedaton.
Sementara, Pangeran Jimat kedua ialah putra dari Pangeran Rama alias Pangeran Cakranegara II (penguasa Sumenep pada 1678-1709). Cakranegara II ialah putra dari Ario Adikoro I alias Pangeran Gatutkoco, Adipati Pamekasan. Gatutkoco adalah putra dari Pangeran Purboyo. Dan Purboyo adalah putra dari Panembahan Ronggosukowati.

Pangeran Jimat kedua merupakan penguasa Sumenep pada 1721-1744. Di masanya, Sumenep dan Pamekasan menjadi satu di bawah kendali kekuasaannya. Sehingga ia dikenal dengan pemuka dan pemersatu dua kota besar kala itu.
Penulis kali ini akan mengulas sosok Pangeran Jimat kedua. Menurut riwayat yang pernah ditulis oleh M Farhan dalam media online mata madura, Pangeran Jimat waktu kecil terkenal dengan nama pangeran Ahmad. Sejak kecil sudah dikenal sebagai sosok pemberani, tegas, ambisius, tetapi ia juga sangat alim dalam bidang agama dan linuih.

2 Replies to “Pangeran Jimat, Pemersatu Dua Kota”