Dalam kabut asap gas air mata
Di jalan raya
Sebuah nama tumbang tergeletak bersama napas terakhirnya.
Affan, pemuda yang hidup dari panas polusi udara kota
Berseragam hijau, ia mengantar pesanan terakhirnya
Namun naas, ia mesti pulang dalam bentuk jenazah dan doa-doa seluruh manusia
Oh negeri,
Apakah kursi itu sebegitu mahal
Hingga harus bertukar dengan nyawa
NYALI IBU PERTIWI

Siapa perempuan itu
Bertubuh kecil namun nyalinya besar
Mengibarkan merah putih setegak tekad yang tak bisa didesak
Berdiri di baris depan di tengah-tengah deru sirine
Menantang keangkuhan yang berlindung
di balik tameng baja
Siapa perempuan itu
Ia tidak punya senjata atau pentungan
Tidak juga gas air mata atau truk baja
Ia dengan segenap jiwa dan raganya
Membawa kain yang dijahit oleh sejarah dan air mata
Siapa perempuan itu
Keberaniannya melebihi pasukan bersenjata
Tekadnya menembus tameng berlapis baja
Cintanya kepada negeri bahkan melebihi dirinya sendiri
Adakah ia Ibu Pertiwi yang menyamar menjadi sosok manusia
