Peran Santri di Era Liberalisasi Informasi

Dari segi keilmuan, santri bisa dibilang sudah sudah cukup mapan, dibuktikan dengan kajian dan penguasaannya pada kitab turats yang cukup mendalam. Panduan buku ini dihadirkan agar santri mampu memberikan kontribusi positif bagi umat di dalam menanamkan budaya literasi digital, tujunnya agar masyarakat tidak mudah terpancing ketika menerima informasi, lalu menggorengnya mentah-mentah tanpa perlu klarifikasi terlebih dahulu. Karena tanpa kita sadari, perpecahan itu muncul yang diakibatkan oleh krisisnya budaya literasi di tengah-tengah masyarakat.
Ada tiga cara yang ditawarkan buku ini ketika menerima informasi di media sosial. Pertama, budaya tabayyun terlebih dahulu (klarifikasi). Tabayyun itu adalah cek dan ricek atas kabar apa pun. Sebab, suatu kabar mempunyai dua kemungkinan; bisa benar dan salah (hal. 137). Kedua, dengan cara tashawwur dan tashdiq. Artinya, kita membutuhkan perenungan atau pemikiran (tashawwur nazhariy) terlebih dahulu sebelum kemudian membenarkan informasi itu.
Dalam tashdiq ini harus melalui empat syarat. Karena, ketika tidak lengkap, maka tidak akan bisa menghasilkan tashdiq. Keempat hal itu, yaitu subjek (mahkum ‘alaih), atribut (mahkum bih), keterkaitan antara atribut dan subjek (al-nisbah al-hukmiyyah), dan penghukuman (al-hukm). Dalam kaitannya dengan literasi digital, kita tidak boleh memberikan hukum tashdiq sebelum melakukan tashawwur terlebih dahulu. Setidaknya, konsep tersebut dapat diaplikasikan para santri dalam menerima informasi (hal. 144).
Yang ketiga adalah dengan ilmu takhrij al-hadits. Dengan takhrij hadits setidaknya dapat diaplikasikan untuk melihat kebenaran dari berita yang beredar di jagat maya. Dengan dilihat siapa pembawa beritanya, kemudian dari sisi redaksi beritanya.
Buku ini benar-benar memberikan panduan kepada kita terkait bagaimana cara bermedia (sosial) yang benar, sehingga dengan kehadirannya kita bisa berhati-hati, tidak langsung mengonsumsi informasi pada saat kita menerima pesan yang kebenarannya pun belum tahu.

Buku yang ditulis Dr Abdullah Hamid wajib menjadi pegangan kita, lebih-lebih lagi bagi para santri, karena santri merupakan representasi untuk kita semua, untuk Indonesia dan dunia. Sekian.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Data Buku

Judul               : Literasi Digital Santri Milenial, Buku Pegangan Santri di Era Banjir Informasi
Penulis             : Abdulloh Hamid
Penerbit           : PT Alex Media Komputindo
Tahun              : 2021
Tebal               : 195
ISBN               : 978-623-00-2602-7

Tinggalkan Balasan