Perang Jalan Jihad?

Selain itu, terhadap tawanan perang, Rasulullah SAW memperlakukan mereka dengan baik seperti memberi mereka makanan yang layak dan tidak melakukan kekerasan. Bahkan, dari mereka ada yang dibebaskan oleh Rasulullah SAW tanpa tebusan. Hal ini menunjukkan begitu murahnya hati Rasulullah SAW sehingga walaupun dalam dakwahnya Rasulullah SAW sering mendapat cemooh, kekerasan dan intimidasi dari kaum kafir tidak membuat Rasulullah SAW memiliki sifat dendam terhadap kaum kafir. Akibat dari sikap Rasul yang demikian banyak di antara tawanan tersebut dengan sukarela masuk Islam, salah satunya adalah Tsumamah bin Atsal.

Bukan Satu-satunya Jihad

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ada sebuah kisah di mana datang seorang laki-laki kepada Nabi dan dengan semangatnya berkata,  “Nabi, aku baru saja masuk Islam, izinkan untuk ikut hijrah dan berjihad bersama Nabi.” Nabi Muhammad SAW kemudian bertanya, “Apakah kamu masih punya orang tua?” Kemudian seorang sahabat tersebut menjawab, “Masih ya Nabi.” Setelahnya Nabi berkata, “Jika kamu ingin pahala yang lebih besar, kembalilah kepada kedua orang tuamu, layanilah mereka, pada mereka sajalah kamu berjihad.” Kemudian seorang sahabat tadi pulang dan mengurungkan niatnya untuk ikut hijrah dan jihad bersama Nabi.

Dari kisah tersebut dapat diambil hikmah bahwa jihad tidak terbatas pada perjuangan untuk membela Islam saja, namun jihad juga bisa kita lakukan dengan melakukan hal-hal sederhana yang ada disekitar kita, misalnya berbakti kepada orang tua, mencari ilmu, mengajarkan ilmu, berbuat baik kepada orang lain, membantu orang lain dan sebagainya. Hal-hal sederhana yang demikian justru menurut Nabi pahalanya lebih besar.

Kita ambil contoh seseorang yang mengajarkan ilmu kepada orang lain, kemudian orang lain tersebut juga mengajarkannya kepada orang lain lagi dan seterusnya, berapa banyak pahala yang akan terus mengalir kepada kita bahkan ketika kita sudah meninggalpun pahalanya akan terus mengalir.

Kesimpulan

Dari uraian tersebut, mulai dari prinsip-prinsip perang dalam Al-Qur’an kemudian sejarah dakwah Rasulullah serta etika perang Rasulullah, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa perang yang dilakukan Rasulullah bukanlah merupakan jalan jihad yang utama dalam rangka mencari rida Allah. Perang yang dilakukan Rasulullah merupakan pilihan yang ditempuh untuk melindungi kehormatan, keberlangsungan hidup, serta sebagai upaya agar tidak adanya halangan untuk berdakwah.

Maka, di zaman sekarang ini yang mana umat Islam sudah tidak lagi mendapat perlakuan buruk serta bebas untuk menjalankan ajaran agamanya, sudah sepatutnya kita sebagai umat Islam dalam upaya meninggikan kalimat lailaha illa Allah harus dengan jalan jihad yang baik, jangan sampai dalam berjihad kita melakukan arogansi yang hanya menciptakan citra buruk terhadap Islam. Jihad bisa kita lakukan dengan melakukan hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita, misalnya berbuat baik kepada orang lain.

Tinggalkan Balasan