SEPERTI APA JANUARI KITA (?)
subuh tanggal satu,
kau membangunkanku dari keramaian
keramaian rindu tahun kemarin yang belum karam
lalu kita sama-sama mengemasnya dengan rapi
agar tak jadi luka yang semakin api

pekarangan rumah tampak seperti biasa saja
dedaunan teduh, menidurkan embun semalam suntuk
sementara kau sibuk meracik kopi rasa puisi
untuk dinikmati sambil memandangi tubuh pagi
di cangkir tempat kopimu tumbuh dewasa
bertasbih beribu kata yang tak kuteguk lebih awal
namun kuamini ia sebagai doa-doa
untuk jiwa-jiwa yang basah dengan luka
Gapura, 31,12, 21
