Perjalanan Rabiah Versi Mini

Ketika menjelang wafat, banyak orang alim yang yang mengelilinginya, namun Rabiah ingin mereka untuk meninggalkannya. Ia memanggil Abdah binti Abu Shawwal, sahabat setianya, untuk menemaninya dan berpesan untuk membungkus jasadnya dengan jubahnya agar tidak menyusahkan orang lain.

Pemikiran Rabiah memang lain dari sufi pada umumnya. Beliau memandang jika mengabdi kepada Allah bukan sebab takut neraka atau mengharapkan surga, namun semata karena cinta kepada Allah. Hal ini bertentangan dengan sufi kebanyakan yang takut pada siksa Allah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selain itu, di dalam buku ini terdapat kiat-kiat untuk meningkatkan cinta kepada Allah. Hal lain terkait cinta, yaitu tingkatan, hakikat, serta pengaruh konsep mahabbah pada perkembangan tasawuf di era setelahnya. Di bagian belakang, syair-syair mahabbah Rabiah Al Adawiyah diselipkan di sini. Menghibur dan menjelma barisan kata yang seolah berbisik persis di samping telinga. Anekdot pun tak lupa menghibur di penghujung pembahasan yang cukup serius.

Dibalut dengan cover yang dominan putih, mencitrakan buku ini tampak bersih dan elegan. Hal ini didukung dengan siluet serta aksen emas di bagian atasnya. Dengan kertas kuning menambah ketertarikan mata untuk terus membalik lembar demi lembar halaman. Komposisinya yang ringan menjadikan buku ini mudah dibawa ke mana-mana.

Namun, tidak ada suatu hal pun yang sempurna kecuali Allah semata. Pun karya Azeez Naviel Malakian ini. Dengan pembawaan yang serius cenderung membawa kesan berat untuk dibaca dengan santai. Pikiran diperas untuk menggabung-gabungkan sendiri runtutan kejadian sebab pembagian buku per bab yang tidak berdasar runtutan peristiwa. Hal ini menjadi salah satu alasan membaca buku ini memakan waktu yang tidak sedikit.

Tinggalkan Balasan