“Sering disampaikan bahwa peradaban Islam itu peradaban fikih. Ḥaḍarah al-fiqh. Kalau dibandingkan dengan Kristiani itu, ḥaḍarah-nya ḥaḍarah teologi. Sekolah, kalau sekolah keagamaan Kristen itu yang dibahas teologi,” ujar Kiai Ghofur.
Selaku narasumber, Kiai Ahmad Dawam Afandi memulai pemaparannya dengan menceritakan kitab karya KH Zubair Dahlan tentang ibadah haji dan umrah yang disusun dalam bahasa Jawa.

Pada mukadimah kitab yang berjudul Dalīl al-‘Awām ini, Kiai Zubair dengan tegas mengingatkan pentingnya menjaga salat dalam perjalanan ibadah haji dan umrah.
“Otomatis, kita harus paham bagaimana tata cara salat dalam perjalanan. Beliau (KH Zubair Dahlan, red) sampai bilang seperti ini, ‘Kalau sampai ada orang yang melakukan ibadah haji dan umrah, kok tidak memperhatikan salatnya saat perjalanan menuju ke sana, mau haji sampai seribu kali pun tetap tidak akan diterima hajinya,” tutur Kiai Dawam.
