Kedua, bidang budaya. Pesantren menjadi wadah pelestarian seni dan budaya Nusantara. Santri didorong untuk mempelajari seni tradisional, seperti tari, musik, dan wayang. Pesantren juga sering mengadakan kegiatan seni dan budaya untuk mempromosikan budaya Nusantara kepada masyarakat luas.
Ketiga, bidang pemberdayaan masyarakat. Pesantren berperan aktif dalam pengembangan masyarakat, dengan mengaplikasikan nilai-nilai tradisi lisan dan kearifan lokal dalam berbagai program pemberdayaan. Contohnya, pesantren membantu masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengembangkan ekonomi kreatif, dan menyelesaikan konflik sosial.

Tantangan dan Peluang
Upaya pelestarian budaya Nusantara di pesantren menghadapi berbagai tantangan, seperti minimnya sumber daya manusia dan dana, pengaruh budaya asing, dan perubahan zaman. Namun, di sisi lain, terdapat pula peluang yang dapat dioptimalkan, seperti pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, kerjasama dengan berbagai pihak, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya.
