Ikhtibar kitabah (ujian tulis) pelaksanaannya persis seperti gelaran ujian pada umumnya, yaitu santri menjawab soal-soal secara tertulis pada lembar jawaban di dalam kelasnya masing-masing. Yang diujikan adalah semua mata ngaji yang dipelajari di kelas selama dua semester.
Sementara, ikhtibar muhafadzoh (ujian hafalan) ada dua macam. Yang pertama untuk hafalan juz amma, dan yang kedua untuk hafalan nadzom. Nadzom yang dihafalkan dan disetorkan kemudian diujikan setiap kelas berbeda-beda. Tergantung mata ngaji apa yang perlu didukung dengan hafalan nadzom.

Misal, kelas satu menghafal nadzom Masyhudiyah karena nadzom tersebut berisi materi pengenalan ilmu nahu. Atau kelas lima yang menghafal nadzom Mi’atul Ma’ani wal Bayan karena nadzom tersebut membantu mereka dalam mata ngaji Balaghoh.
