Sementara angin meniup kencang
Bara api yang menyala di tungku matanya
Membuat Jakarta tak pernah libur
di hotel-hotel pesta pelacur.
Apa boleh buat
Kita hanya terlarut pada renung janda dan perawan
Tanpa kata, baju dan celana
Menikmatinya dalam kehangatan.

Sementara bagi ia yang terpasung keperawanannya
Menyayat duka paling dalam
Seruapa belati menusuk-nusuk jantungnya.
Sumenep, Januari 2023.
MALAM-MALAMKU TAK PERNAH NYENYAK
Aku tak tahu bagaimana caranya
Dua mata ini melelapkan wajahmu
di layar udara, pelan-pelan kemudian merayap ke ingatan
Menjadikan aku paling gila mencintaimu sebatas angin.
Hingga malam-malamku tak pernah nyenyak
Ketika bantal empuk penuh asap yang kau bakar
di bawah ranjang
Seperti pula obat merah yang kau taruh di atas perih lukaku.
Kini aku seperti wayang bayangan rindu
Yang digerakkan tangan waktu
Lalu meleburlah aku dalam kepiluan.
Sumenep, Januari 2023.
