Dijelaskan Rian Fauzan, pelatihan penulisan ini menjadi bagian pembuka dari rangkaian Pra-Haul Akbar ke-2 Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung yang akan dilaksanakan pada Juni mendatang. Pembukaan rangkaian Pra-Haul Akbar ke-2 ini dilaksanakan pada Kamis malam, usai hari pertama pelatihan penulisan.
Pembukaan Pra-Haul ini salah satunya diisi orasi budaya yang disampaikan Ngawati Al-Zsatrow. Dalam orasi budaya, Kang Zastwouw, panggilan akrabnya, akan membawakan tema “Revitalisasi Literasi Pondok Pesantren”. Tema ini dimaksudkan untuk mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan pesantren. “Pesantren dan literasi itu tak bisa dipisahkan. Karena itu literasi di pesantren tak boleh mengendur. Harus terus digelorakan,” ujar Kang Zastrouw.

Selain sambutan-sambutan dari para pimpinan Pondok Cipasung, acara pembukaan Pra-Haul ini juga dimeriahkan pageleran seni oleh santri Cipasung. Di antaranya adalah musikalisasi nazam atau syair-syair dari kitab Alfiyah Ibn Malik oleh Gamelan Nadhom Pondok Cipasung. Selain itu, para santri juga akan membacakan beberapa puisi. Misalnya, puisi berjudul Cipasung karya Acep Zamzam Noor akan dibacakan oleh Regina Sartika dan Bentang Cipasung karya Yoga AD Attarmizi akan dibacakan M Royhan, Selain itu, Ahmad Rizal Fauzi akan membacakan puisi Barjanzi berjudul Mereka di Asramaku karya Habieb.
Saat ini panitia juga sedang menyiapkan penyambutan para peserta dari luar kota yang akan mulai berdatangan pada Rabu (28/5/2025).
