Pondok-pondok Tua (1): Al-Kahfi Kebumen, 546 Tahun

Melahirkan Banyak Ulama

Sebagai pondok pesantren tertua, tentu saja keberadaan Pondok Somalangu ini memiliki peran penting dan pengaruh dalam penyebaran Islam tidak hanya di daerah Kebumen, melainkan juga di daerah-daerah di Nusantara. Pondok Somalangu banyak melahirkan ulama yang kemudian berdakwah di berbagai daerah seperti Banyumas, Blitar, Cilacap, Cirebon, Demak, Gowa, Kediri, Kudus, Magelang, Maluku, Purworejo, Sampang, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan daerah lainnya bahkan hingga Pattani (Thailand).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tak hanya melahirkan kader-kader untuk menyebarkan ajaran Islam, keberadaan Pondok Somalangu juga menjadi role model bagi lahirnya lembaga pendidikan Islam di berbagai tempat pada abad-abad berikutnya yang kini kita kenal sebagai pondok pesantren, yang saat ini di seluruh Indonesia jumlahnya mencapai sekitar 30 ribu pondok pesantren.

Memang, sepanjang lima abad lebih itu, sejarah Pondok Pesantren Al Kahfi mengalami pasang surut, bahkan beberapa saat sempat mengalami vakum. Namun hingga saat ini Pesantren Al Kahfi masih eksis dengan segala transformasinya. Dengan jumlah santri yang hampir seribuan, di samping mempertahankan kesalafannya, Pesantren Al Kahfi juga menyelenggarakan pendidikan formal dengan adanya SMP Al Kahfi, SMA Al Kahfi, dan SMK Al Kahfi. Sekolah-sekolah umum itu berada di bawah yayasan pesantren dan lokasi gedungnya juga berada di dalam komplek pesantren.

Meskipun telah bertransformasi menjadi pesantren modern laiknya pondok pesantren masa kini, kita masih melihat jejak-jejaknya sebagai lembaga pendidikan tertua yang dibangun sejak lebih dari 500 tahun yang lalu. Meskipun telah mengalami pemugaran, misalnya, masjid yang sama masih berdiri kukuh lengkap dengan prasastinya. Bahkan, sisa bangunan pondok lama juga masih ada, sebuah rumah panggung yang di bawahnya sekaligus ada kolam-kolam tempat wudlu. Di sana tertulis nama komplek “Pasukan Bangkong Reangî”, merujuk pada tokoh sakti Ki Bangkong Reang. Tokoh ini, konon, bisa berubah wujud menjadi katak atau kodok dalam menyerang musuh. Ini tentu bagian dari kisah bagaimana Pesantren Al Kahfi ini dulu juga ikut berperang melawan Belanda.

One Reply to “Pondok-pondok Tua (1): Al-Kahfi Kebumen, 546 Tahun”

Tinggalkan Balasan