Pondok Pesantren Tarbiyatul Banat sendiri secara resmi berdiri pada tahun 1960. Saat itu, pembangunan Pesantren Tarbiyatul Banat juga dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat setempat.
Di lingkungan Pondok Pesantren Tarbiyatul Banat, kini terdapat beberapa jenjang pendidikan seperti Raudatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Diniyah (MD). Selain pendidikan formal tersebut, Tarbiyatul Banat juga menyelenggarakan kegiatan pendidikan informal dan nonformal, seperti pramuka, tata boga, kursus bahasa Arab dan bahasa Inggris, kesenian, bina bakat, dan lain-lain.

Dengan makin banyaknya santri dan siswa, Pondok Pesantren Tarbiyatul Banat memang mulai kekurangan gedung. Karena itulah, menurut Ketua Yayasan Tarbiyatul Banat, Kiai Ali Faruq, akhirnya diputuskan untuk membangun gedung baru. “Agar santri dan siswa dapat belajar dan mengaji dengan lebih nyaman dan tertata. Karena masing-masing jenjang pendidikan mempunyai tempatnya masing-masing,” katanya.
