Profiling Penulis duniasantri.co

Dus, keragaman usia dan masa kesantrian ini juga segaris dengan keragaman tingkat pendidikan yang ditempuh di suatu pesantren. Pada diniyah di lingkungan pesantren, kalau diperiksa di rubrik “Warga Dunia Santri” itu, akan ada nama-nama yang masih duduk di bangku diniyah wustho dan diniyah ulya. Jika disetarakan dengan lembaga pendidikan formal, ini berarti setingkat Madrasah Tsnawiyah (SMP) dan Madrasah Aliyah (SMA). Dan, banyak juga yang sedang menempuh pendidikan di Mahad Aly (setara perguruan tinggi) dengan sebutan mahasantri.

Para santri atau santri yang sudah boyong dari pesantren itu, banyak juga yang sekaligus masih belajar di lembaga pendidikan formal (dan umum) dan/atau bekerja di berbagi tempat dengan beragam profesi. Bayangkan, misalnya, ada penulis yang seperti Etha Ayu Revalia, yang masih berusia 14 tahun dan masih tercatat sebagai siswi MTsN 5 Malang, Jawa Timur. Di sisi lain, ada nama Hasbi Ash Shiddiqi, seorang dosen yang alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Yang menarik, dari contoh keragaman atau perbedaan tajam seperti ini, duniasantri.co tetap menetapkan perlakuan dan standar yang sama. Sehingga, dari dua contoh itu, keduanya mampu melahirkan karya-karya yang sama bagusnya. Etha Ayu Revalia yang “sebocil” itu, misalnya, atas bimbingan guru-gurunya yang juga penulis di duniasantri.co, Anang Junaedi dan Bisri Mustofa, sudah mampu melahirkan cerpen-cerpen yang ciamik. Adapun, atas dasar pengalaman dan pendidikannya, banyak sosok seperti Hasbi Ash Shiddiqi yang mampu melahirkan artikel-artikel yang mencerahkan.

Rupanya, keragaman juga terjadi pada hal produktivitas dan kreativitas. Misalnya, ada yang sudah lama membuat akun sebagai penulis/kontributor, namun belum pernah sekalipun mengirimkan karya tulis. Ada yang satu dua kali mengirimkan namun tidak dimuat, kemudian terlihat tak aktif. Ada yang sekali dua kali dimuat, kemudian tak terdeteksi lagi mengirimkan karya barunya. Tentu saja banyak yang sering dan bahkan sangat aktif mengirimkan berbagai genre tulisan.

Dari Madura, misal, ada Rusdi El Umar, Milatul Hasanah, Hamdi, dan beberapa nama lainnya. Dari kota-kota lain di Jawa Timur, ada beberapa nama, semisal Fatkhorrozi,  Anang Junaedi, Bisri Mustofa, Admad Dahri, dan banyak lagi. Dari Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, ada nama-nama seperti Zahrotul Wardati, Khanafi, Joko Yulianto, dan banyak lagi. Meski tak seintens dari kota-kota di Pulau Jawa, banyak penulis aktif dari kota-kota di Pulau Sumatera, Sulawesi, Lombok, dan lainnya.

Para penulis/kontributor duniasantri.co ini, terutama yang sudah lama bergabung, sudah bisa menetapkan positioning sebagai penulis genre apa dan dengan gaya yang bagaimana. Ada yang spesialis cerpen, puisi, opini, atau jenis-jenis lain dengan gaya masing-masing. Tapi selalu ada yang mencoba untuk menulis dalam berbagai genre.

Tinggalkan Balasan